Dinas Kesehatan Bulungan Gelar Pelatihan Keamanan Pangan untuk Program Makan Bergizi Gratis

Dinkes Bulungan adakan pelatihan bagi SPPG Program MBG / (Pemkab Bulungan)

Bulungan, KabarKaltara – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bulungan menegaskan komitmennya terhadap keamanan dan mutu program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui penyelenggaraan Pelatihan Penjamah Pangan Siap Saji.

Pelatihan ini diadakan khusus bagi karyawan Satuan Pelaksana Program Gizi (SPPG), dengan fokus utama pada penyajian makanan yang aman, higienis, dan berkualitas tinggi, Kamis (13/11/2025).

Read More

Sebanyak 194 peserta mengikuti pelatihan ini, terbagi dalam dua gelombang. Gelombang pertama melibatkan 126 peserta, sedangkan gelombang kedua diikuti 68 peserta. Mereka berasal dari berbagai yayasan mitra program MBG, termasuk Yayasan Sadewa Pejuang Bergizi, Yayasan Amanah Aksi Insani (YAAI), serta Yayasan Bhakti Rahayu Tapara (YBRT) Gunung Putih dan Cendana.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bulungan, Imam Sudjono, menjelaskan bahwa tujuan utama pelatihan ini adalah untuk mencegah penularan penyakit yang bersumber dari makanan. “Kami ingin memastikan makanan yang disajikan kepada penerima program MBG benar-benar memenuhi standar kesehatan dan tidak menjadi sumber penyakit,” ujarnya. Oleh karena itu, setiap tahapan pengolahan makanan ditekankan untuk dilakukan secara aman dan higienis.

Pelatihan ini juga berfungsi sebagai sarana untuk meningkatkan profesionalisme dan kompetensi para penjamah pangan. “Peserta dilatih agar mampu menerapkan praktik produksi pangan siap saji yang benar, mulai dari pemilihan bahan baku hingga penyajian di lapangan,” tambah Imam Sudjono.

Lebih lanjut, pelatihan ini merupakan bagian integral dari proses pemenuhan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) bagi penyelenggara program makan bergizi. “Dengan adanya sertifikat ini, setiap satuan pelaksana memiliki jaminan kelayakan sanitasi dalam pengolahan makanan,” jelasnya.

Diharapkan, seluruh karyawan SPPG dapat semakin memahami pentingnya menjaga kebersihan dan keamanan pangan. “Kualitas gizi yang baik harus disertai dengan keamanan pangan yang terjamin,” pungkas Imam Sudjono. (adv)

Related posts